Text
Lembar Terakhir
Apta Bayuaji Cokroaminoto telah mengalami berbagai cobaan hidup sejak kepergian ibunya. Kesedihan itu terus berlanjut ketika ia dan saudara-saudaranya, Khalid dan Dewangga, menjadi korban bencana tsunami. Setelah mengalami semua itu, Apta berpikir penderitaannya telah berakhir. Namun, duka kembali datang saat ayah serta kedua kakaknya, Khalid dan Dewangga, yang semula ia kira selamat, ternyata meninggal dunia dalam kecelakaan saat perjalanan menjemputnya.
Kehilangan yang bertubi-tubi ini membuat Apta mati rasa dan hidupnya dipenuhi trauma. Ia kini tinggal bersama Ibu Anjani, seorang perawat yang membawanya ke rumahnya, dan seorang pengasuh bernama Kinan, yang bertugas merawat Apta dan Mbah Rani di rumah. Meskipun ada orang-orang baru yang menemaninya, Apta harus berjuang untuk melanjutkan hidup sendirian.
Di tengah keputusasaannya, Apta terus mengingat pesan Mbah-nya: "Bagaimanapun takdirnya, Tujuh Raga akan tetap satu jiwa". Pertanyaannya, apakah pesan itu menjadi harapan baru bagi Apta, ataukah pertanda bahwa ia akan menyusul keluarganya?
| D02239C | 813 LIL l | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain