Di era perubahan yang begitu cepat, bagi seorang pemimpin, bertahan saja tidak cukup. Jika tidak cekatan dan siap beradaptasi, mereka akan tertinggal. Jadi, apa kuncinya? Melalui buku Leadershift, John C. Maxwell mengajak pemimpin untuk berani mengubah cara mereka memimpin. Ia membimbing para pemimpin untuk mengembangkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, baik dalam organisasi maupun keh…
Sinopsis : "Kebahagiaan sejati tidak bergantung pada apa yang terjadi di luar diri kita, tetapi pada bagaimana kita mengarahkan pikiran dan pandangan kita terhadap hidup." —Marcus Aurelius. Dalam dunia yang semakin kacau dan kompleks ini, mungkin saatnya kita kembali menghadap ke arah kebijaksanaan zaman dulu untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati. Dalam buku yang inspiratif i…
Ibu, aku nggak sekuat itu. Ada banyak hal yang aku sembunyikan dari Ibu. Tentang aku yang sering menangis di kamar sendirian, menangis di perjalanan pulang. Juga beratnya hidup ketika harus jadi tulang punggung keluarga sekecil ini. Ternyata jadi dewasa nggak enak ya, Bu? Aku kangen Ibu. Aku pengin jadi anak kecil aja, pengin balik ke masa lalu aja, pengin main sepeda sama Ibu lagi. Sekarang se…
Pernahkah anda merasa telah menempuh perjalanan jauh tapi ujung dari perjalanan itu rupanya adalah jurang yang sama. Kita hampr kelelahan dalam bertahan, tidak ada pertolongan dan lagi-lagi langkah kita kembali ke lobang. Menyebalkan bukan? Mengapa demikian?
Pernahkah kamu merenung dan bertanya-tanya, “Apa sih yang benar-benar telah kulakukan hari ini?” Pernahkah kamu melamunkan proyek-proyek dan aktivitas yang akan kamu kerjakan “suatu hari nanti”—tetapi saat itu tak pernah datang? Kita semua mengalami kesulitan meluangkan waktu untuk hal-hal yang sangat penting. Setiap hari kita memulai dengan niat terbaik—tapi kemudian waktu kita …
Semua orang gak harus paham sama kita. Dan memang bukan kewajiban orang lain buat mengerti keadaan kita. Jadilah perawat untuk dirimu sendiri. Pahami betul, bagian mana yang luka? Lalu sembuhkan sendiri. Caranya sama kok, kayak waktu kamu nyembuhin orang lain. Kamu pandai kan nyembuhin orang lain? Masa untuk nyembuhin diri sendiri gak bisa.
Bapak, Ibu, aku penasaran. Apakah kehidupan menjadi orang tua yang kalian jalani sejalan dengan ekspektasi kalian sewaktu kecil? Apakah kalian sadar betapa dingin rumah yang kita huni? Semakin dewasa, aku semakin sadar betapa kalian mencintaiku dan mengusahakan segalanya untukku. Nyatanya, kalian juga berjuang sama halnya dengan aku. Saat itu, aku masih terlalu muda untuk menyadari bahasa ci…
Terkadang aku butuh berada di keramaian, agar aku bisa kehilangan diriku sendiri. Terkadang aku butuh tenggelam di kerumunan, agar masalahku menjauh sejenak. Terkadang aku butuh berada di tengah kebisingan, agar aku tak bisa mendengar isi kepalaku sendiri. “Ketika aku sudah kembali pada kesendirian, aku baru sadar bahwa aku benci keramaian.” Aku baru sadar bahwa yang kemarin itu, buka…
“Aku merindukanmu.” Itu adalah kata yang sangat ingin aku sampaikan padamu, tapi sudah tidak bisa lagi. Karena bagaimanapun juga, kita sudah bukan apa-apa lagi. Aku sudah bukan siapa-siapa lagi bagimu. Pada akhirnya, aku paham bahwa tidak ada yang abadi. Semua punya waktunya sendiri, dan waktumu bersamaku sudah usai. Jadi, sekarang aku dipaksa melepaskanmu di saat aku belum mampu.
Pernah gak ingin bersuara, tapi sudah tahu tidak akan didengar? Bukannya tidak berani bersuara, tapi aku terbiasa disepelekan. Pak, Bu, andai kalian tahu, aku hanya ingin didengar. Aku hanya ingin merasakan suasana rumah yang hangat. Aku hanya ingin ada foto keluarga kita terpajang di rumah. Namun, rumah yang seharusnya jadi tempat yang nyaman untuk pulang, malah terasa asing untukku. Tidak …